Penyebab Pencemaran Laut


Penyebab pencemaran dapat dibagi menjadi dua, yaitu  penyebab secara langsung dan tidak langsung.
Penyebab pencemaran secara langsung adalah buangan (effluent) yang berasal dari limbah hasil pabrik atau suatu kegiatan dan limbah domestik berupa buangan tinja dan buangan air bekas cucian, serta sampah. Sedangkan penyebab pencemaran secara tidak langsung adalah kontaminan yang masuk melalui air tanah akibat adanya pencemaran pada air permukaan baik dari limbah industri maupun dari limbah domestik.
Untuk mengetahui terpolusinya air dapat diamati dengan terjadinya perubahan-perubahan antara lain:
a.    Nilai pH
Keasaman dan alkalinitas pH normal air adalah 6-8 pH. Bila terlalu rendah, maka dapat menyebabkan korosif.
b.    Suhu
Apabila suhu terlalu rendah, maka air akan terasa sejuk bahkan dingin hingga sedingin es. Begitu pula sebaliknya. Akan tetapi, air biasa selalu memiliki suhu pas di ukuran 0o celcius.
c.    Warna, bau dan rasa
1)       Warna
            Air yang terpolusi biasanya berbeda dengan warna normalnya (jernih dan bening).
2)       Bau
Biasanya tergantung pada sumber air, dapat disebabkan oleh bahan kimia, tumbuhan dan hewan air baik yang hidup maupun mati (seperti bau amis dan busuk).
3)       Rasa
        Air normal tidak mempunyai rasa, kecuali rasa asin pada air laut.
d.   Jumlah kandungan oksigen dalam air
e.    Pencemaran mikroorganisme patogen
f.     Kandungan minyak
g.    Kandungan logam berat
h.    Kandungan bahan radio aktif
     Dalam hal ini, banyak kegiatan manusia yang menyebabkan pencemaran. Diantaranya adalah:
a.    Penggunaan bahan peledak dan racun
     Penggunaan bahan peledak seperti dinamit untuk menangkap ikan yang sifatnya bergerombol sekilas menguntungkan bagi para nelayan. Namun di sisi lain, penggunaan bahan peledak dapat merusak ekosistem bahkan menyebabkan kematian untuk biota laut.
     Di samping menggunakan bahan peledak dalam penangkapan ikan, nelayan juga melakukan penangkapan ikan dengan bahan beracun seperti sianida. Maksud dari peracunan ini adalah hanya untuk membius ikan, setelah ikan terlihat mengapung di permukaan air, ikan ditangkap.
b.      Kegiatan pertambangan
      Pembangunan pemboran minyak lepas pantai yang berkaitan dengan jalur angkutan laut dan kegiatan perikanan yang amat padat mengakibatkan daerah tersebut menjadi rawan bencana dan memerlukan pengaturan pemakaian wilayah yang ketat dan tepat.
     Minyak bumi merupakan polutan yang tersebar luas di lautan. Bila terkonsentrasi, pengaruhnya sangat besar terhadap ekosistem laut. Studi pencemaran minyak dilautan yang dilakukan belum lama ini memperkirakan 3,2 juta metrik ton minyak bumi memasuki lautan setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut hampir 45% berasal dari angkutan laut, termasuk tumpahan, dan 36% berasal dari limbah pemukiman kota dan industri.
c.       Pembuangan limbah
     Banyak tempat di dunia yang tidak mempunyai sistem pembuangan limbah sehingga pesisir dan lautan diperlakukan sebagai jamban. Walaupun sistem pembuangan limbah telah tersedia, limbah yang tidak diolah biasanya disalurkan ke sungai atau lautan, seringkali limbah ini bersatu dengan limbah industri dan limpahan air hujan.
     Penyebab-penyebab pencemaran itulah yang mampu membuat Indonesia dinobatkan sebagai salah satu negara dengan tingkat pencemaran yang tinggi.

Tidak ada komentar

"Love The Earth Save The Energy"

Diberdayakan oleh Blogger.